Jumat, 01 Juni 2012

langkah - langkah POST



       Power-on Self Test (disingkat menjadi POST) adalah sekumpulan rutin-rutin khusus yang dijalankan selama proses booting komputer pribadi/PC yang disimpan di dalam ROM. Rutin-rutin ini didesain untuk melakukan pengujian terhadap kesehatan sistem komputer, apakah komponen berjalan dengan benar sebelum BIOS memulai sistem operasi. Yang dilakukannya adalah mengecek jumlah RAM, keyboard, dan perangkat media penyimpanan (disk drive). Jika sebuah kesalahan terdeteksi oleh POST, maka sistem umumnya akan menampilkan beberapa kode kesalahan, yang dinyatakan dengan bunyi-bunyian (atau beep) yang menunjukkan letak kesalahannya namun selain bunyi beep komputer jga bisa mengeluarkan peringatan pada layar monitor dengan berupa teks. biasanya peringatan berupa teks pada monitor lebih mudah dipahami oleh user. Setiap kesalahan memiliki pola bunyi beep-nya sendiri-sendiri, dan berbeda antar BIOS yang digunakan.

Langkah – langkah POST (Power On Self Test)

1. Tes CPU: interupsi ditutup, pengetesan flag internal, dan pengetesan register internal
2. Test checksum ROM BIOS: pengetesan checksum ROM BIOS. Hasil checksum LSB harus nol.
3. Tes Timer 1: Timer 1 8253 diprogram pada operasi mode 2, pengecekan pada akses dasar pencacah, pengecekan pada pencacah.
4. Tes DMAC: pengetesan pada semua saluran register alamat dan register pencacah DMA, inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi timer 1, memulai siklus memori refresh.
5. Tes 16 KB DRAM: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali.
6. Inisialisasi Interrupt controller: control word dikirim untuk inisialisasi mode interrupsi, pengesetan vector interupsi di memori.
7. Tes Interrupt controller: seting dan pengesetan ulang register interupsi, menempat-kan stack-stack kesalahan interupsi.
8. Inisialisasi Timer 0: timer 0 diinisialisasi pada operasi mode 3, cek timer 0.
9. Tes CRT controller: inisialisasi CRT controller, test RAM video, cek sebagian parity error, setup mode video melalui pembacaan konfigura-si, pengujian pewaktuan dan signal sinkronisasi gambar.
10. Tes DRAM di atas 16KB: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali, jika ada kesalahan akan ditampil-kan alamat kesalahan dan data di layar.
11. Tes Keyboard: cek keyboard dengan kondisi keyboard reset, cek penekanan kunci pada keyboard.
12. Tes Disk drive: cek semua card adapter disket dan disk drive yang terpasang, POST memanggil sistem operasi dari disk.


klasifikasi permasalahan pada harddisk




1.     Harddisk yang terformat. Bila terjadi hal seperti ini, langkah yang paling tepat adalah lepas harddisk dari pc, lalu hubungkan harddisk tersebut ke computer lain (bisa menggunakan kabel data kemudian gunakan software mengembalikan data.
2.     Partisi harddisk hilang atau terhapus. Pada keadaan ini computer masih bisa login ke windows (jika partisi yang hilang bukan partisi dimana MBR berada). Partisi tidak bisa tampil pada windows eksplorer. Coba dicheck dulu dengan cara klik kanan [MyComputer] > [Manage] > pada storage pilih [disk management]. Coba dilihat pada jendela sebelah kanan, terlihat apa tidak partisi yang hilang atau tidak muncul tadi. Setelah itu gunakan software untuk mengembalikan partisi yang hilang atau terhapus. Saya lebih suka menggunakan software Partition Find and Mountuntuk mengatasi masalah partisi hilang atau terhapus. Menggunakannyapun cukup mudah dan sederhana, yaitu setelah program dibuka pilih harddisk > scan > pilih salah satu dari pilihan yang tersedia > klik [scan]. Jika sudah ketemu partisi yang dicari (partisi yang hilang atau terhapus) klik [Mount As] ikuti perintah selajutnya. Buka kembali windows explorer, semoga partisi yang hilang sudah bertengger atau muncul kembali.
3.     Harddisk tidak terdeteksi oleh computer. Untuk melihat apakah harddisk terdeteksi atau tidak bisa dilakukan dengan cara : pada saat computer booting, masuk ke BIOS dengan menekan tombol delete atau F2 (tergantung merk motherboardnya), kemudian pilih pada standart CMOS setup. Maka akan tampil sejumlah harddisk maupun cdrom yang terpasang.
Harddisk tidak terdeteksi ini bisa disebabkan oleh karena kabel data maupun kabel power tidak tersambung dengan benar pada harddisk. [pasang kabel data IDE / SATA atau kabel power dengan benar pada harddisk]. Atau bisa juga disebabkan oleh pengaturan jumper yang tidak benar [atur kembali pengaturan jumper pada harddisk, tidak boleh sama dengan jumper cdrom atau harddisk yang lain bila terdapat lebih dari 1 harddisk]. Yang lebih parah lagi adalah dikarenakanharddisk memang sudah rusak parah
 sehingga tidak bisa digunakan lagi.

PRINTER BUBBLE JET(kelebihan & kekurangan)



Printer bubble jet bekerja mencetak tulisan dengan cara memasukkan satu demi satu titik tinta cair ke area tulisan / gambar. Bubble jet adalah brand milik Canon. Printer ini memiliki kecepatan cetak mencapai 22 ppm (peper per menit) untuk monochrome dan 14 ppm untuk warna. Kemampuan cetaknya sudah mencapai 4.800X1.200 dpi (dot per inchi) yang merupakan mutu gambaran yang dicetak di atas kertas dan ukuran kertas mencapai A3+.
A. Komponen – Komponen / Parameter Kritis Pada Printer Bubble Jet
1.Kepala Printer
Kepala printer adalah alat yang digunakan untuk meletakkan cartridge yang terdiri dari berbagai jenis pipa semprot yang digunakan untuk menyemprotkan tinta. Pada kepala printer ini terdapat PCB yang berhubungan dengan microchip pada cartridge. Microchip ini terletak di bagian samping untuk menghindari konslet jika terjadi kebocoran tinta.
2.Cartridges
Merupakan tempat tinta. Terdapat 2 model yaitu cartridge berwarna dan hitam. Cartridge hitam hanya diisi dengan tinta hitam dan cartridge warna memiliki 3 tempat untuk warna merah, hijau, dan biru. Pada cartridge terdapat microchip yang mengendalikan keluarnya tinta.
3.Stepper Motor Kepala Printer
Stepper digunakan untuk menggerakan kepala printer yang terdapat cartridge kearah kiri dan kanan seiring dengan lewatnya kertas.
4.Belt
Belt digunakan untuk menghubungkan rangkaian kepala printer dengan stepper motor.
5.Stabilizer Bar
Rangkaian kepala printer menggunakan stabilizer bar untuk meyakinkan bahwa pergerakan di dalam printer terkontrol.
6.Rangkaian Penggerak Kertas
Terdiri dari :
· Paper Tray
Digunakan untuk menerima kertas yang kita masukkan.
· Rollers
Digunakan untuk menggerakan kertas yang sudah di cetak agar keluar dari printer.
· Stepper Penggerak Kertas
Digunakan untuk menarik kertas dan menggerakan kertas keluar yang kemudian dilanjutkan dengan roller dan memasukan lagi kertas.
 7. Interface Port
Merupakan tempat untuk menyambungkan printer dengan sumber arus dan komputer. Sebagian printer port untuk menghubungkan printer dengan komputer menggunakan USB tipe B.
  8. Control Circuitry
Digunakan untuk mengontrol semua operasi aspek mekanik, dan untuk menerima informasi yang diberikan oleh komputer.
Sensor, Pengendalian, dan Aktuator
      1. Sensor
Dalam printer ini yang berfungsi sebagai sensor adalah PCB yang berfungsi untuk menerima perintah ”OK” atau ”CANCEL” yang diberikan oleh pengguna komputer saat ingin mencetak pada printer. Perintah ini diterima oleh printer oleh USB port.
      2. Pengendali
v Pengendali Percakapan
Dalam hal ini percakapan di artikan sebagai hubungan atau interaksi. Pengendali percakapan dalam printer berupa interface port. Dimana interface port ini mengendalikan hubungan antara printer dengan komputer dan sumber arus. Jika salah satu tidak terhubung maka ”percakapan” tidak akan berlangsung dengan baik, bahkan printer tidak dapat mencetak.
v Pengendali Bahasa
Pengendali bahasa terdapat pada microchip yang terdapat pada cartridge yang terhubung pada kepala printer. Pengendali bahasa ini mengendalikan bahasa biner dari komputer menjadi bahasa yang diinginkan pada kertas.
v Pengendali Halaman
Pengendali halaman adalah pengendali yang mengatur halaman masuk ke dalam printer, yaitu berupa stepper. Stepper akan menarik kertas satu demi satu dengan bantuan roller. Jika satu kertas sedang diproses maka stepper tidak akan menarik kertas lagi. Stepper baru akan menarik kertas lagi jika sudah ada kertas yang selesai diproses.
     3. Aktuator/Penggerak
Aktuator atau penggerak dalam printer ini adalah steppernya. Ada dua stepper yaitu stepper penggerak kepala printer dan stepper penggerak kertas.
      4. Input dan Output
Dalam printer input berupa ketikan pada komputer dan outputnya berupa hasil cetakan pada kertas.
     5. Bagian Mekanik
Bagian mekanik berupa roller yang berputar untuk menggerakan kertas, belt yang menggerakan kepala printer, serta penyemprot tinta pada cartridge.
     Kelebihan Printer Bubble Jet
      Hasil cetakannya lebih detail lembut karena resolusinya tinggi.
     Harga cetak per kertas lebih murah dibanding printer teknologi tinggi seperti printer laser, thermal wax, dan dye sublimations.
    · Printer bubble jet menggunakan stochastic (penyaring FM) yang memberi mutu lebih baik dibanding printer laser ketika mencetak gambaran – gambaran fotografis. Beberapa printer bubble jet mencetakan titik lebih dari satu ukuran, sehingga penyaringan itu tidak semata-mata sebagai penyaring.
      · Untuk beberapa jenis printer bubble jet cartridgenya dapat di isi ulang.
     · Satu printer terdapat dua cartridge yaitu warna dan hitam, dan dapat memilih mau mencetak warna atau hitam.
          Kekurangan Printer Bubble Jet
      · Harga cartridge beserta tintanya yang asli sangat mahal.
      · Hasil cetakan mudah rusak/luntur, karena tintanya digunakan memiliki kandungan air yang cukup tinggi.
  • Beberapa cartridge memiliki microchip yang dapat menampilkan kondisi tinta. Namun terkadang walau kondisi tinta ada, microchip mengirim pesan bahwa tinta kosong sehingga pengguna tidak dapat mencetak. Hal ini dikarenakan karena jumlah tinta tidak mencukupi batas limit.
  • Cartridge yang baik tidak akan menampilkan keadaan tinta penuh pada layar monitor jika tinta yang diisikan bukan tinta yang asli.
        Cara Kerja
     1. Tahap Persiapan
Tahap persiapan dimulai ketika printer dihubungkan dengan sumber arus dan komputer melalui interface port dan kertas diletakan pada peper tray.
     2. Tahap Pengaturan
Tahap dimana kita mengatur bagian mana yangakan dicetak. Untuk printer ini kita dapat memilih kualitas cetak berupa pilihan high, standart, ekonomi atau costum. Warna yang akan kita gunakan bisa warna atau hitam saja. Serta apakah hasil yang akan kita cetak akan berwarna seperti aslinya atau kita buat menjadi hitam putih. Kita juga dapat mengatur ukuran serta posisi kertas.
     3. Tahap Mencetak
Tahap ini dimulai ketika pengguna sudah yakin dengan pengaturannya dan memilih ”OK” pada kotak dialog print pada komputer. Kemudian komputer akan mengirimkan data ke printer melalui kabel USB dalam bentuk bilangan – bilangan biner yan akan diterima komputer melalui port USB dan dilanjutkan ke PCB yang terdapat pada printer. PCB inilah yang kemudian yang akan menerima segala informasi dari komputer serta mengatur segala pergerakan printer. PCB akan mengirim perintah ke stepper penggerak kertas dan stepper penggerak kepala printer. Setelah stepper penggerak kertas menerima perintah maka ia akan menarik kertas dengan memutar roller dan stepper kepala printer akan menggerakan kepala printer ke kanan dan kiri dengan bantuan belt. Dengan bergeraknya kepala printer, cartridge akan mengeluarkan tinta dan dicetakan pada kertas dengan bantuan dari PCB yang terdapat pada kepala printer yang terhubung dengan microchip pada cartridge bilangan biner dari komputer dapat tercetak menjadi huruf – huruf yang sesuai.
      4. Tahap Finishing
Tahap dimana kertas yang sudah dicetak dikeluarkan dengan bantuan roller dan kemudian diterima oleh papper tray.